BREAKING NEWS

Selasa, 21 Maret 2017

Topologi Jaringan Komputer

  Topologi Jaringan Komputer











Topologi jaringan komputer dapat diartikan sebagai layout atau arsitektur atau diagram jaringan komputer. Topologi merupakan suatu aturan/rules bagaimana menghubungkan komputer (node)secara fisik.

Ada dua kategori topologi, yaitu physical topology (topologi pisik) dan logical topology (topologi logika). Topologi pisik berkaitan dengan layout atau bentuk jaringan. Sedangkan topologi logika berkaitan dengan bagaiman data mengalir di dalam topologi fisik.

Topologi (pisik) komputer dapat juga digunakan untuk mempermudah memahami jaringan komputer. Menurut beberapa buku yang ada, ada 3 topologi utama yang menjadi dasar bagi pengembangan topologi yang lain, yaitu:
  • Bus
  • Ring
  • Star
Ada beberapa buku yang menyebutkan topologi memiliki 5 buah, yaitu:
  • Bus
  • Ring
  • Star
  • Tree
  • Mesh
Ada juga yang mengelompokan topologi berdasarkan jumlah komputer yang menggunakan media transmisi data. Maka topologi jaringan dapat dibagi 2, yaitu:
  • Point to Point (P2P)
  • Multipoint


a) Bus

Topologi bus sering juga disebut daisy chain atau ethernet bus topologies. Sebutan terakhir diberikan kareng pada topologi bus digunakan perangkat jaringan atau network interface card (NIC) dikenali dari penggunaan sebuah kabel backbone (kabel utama)yang menghubungkan semua peralatanjaringan (device). Krena kabel backbone menjadi satu satunya jalan bagi lalu lintas data maka apabila kabel backbone rusak atau terputus akan menyebabkan jaringan terputus total.

 Cara kerja Topologi Bus dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut,

Setiap saat semua "node" akan mendengar jaringan. Apabila suatu node akan mengirim data, maka node tersebut mengecek terlebih dahulu apakah jaringan sedang tidak digunakan ( sedang tidak ada paket data yang dikirim ) Jika jaringan sedang tidak digunakan, maka paket data segera dikirim ke semua node menggunakan alamat broadcast. Walaupun data dikirim ke semua node tapi hanya node tujuan saja yang dapat menerima data.

Apabila pada saat bersamaan ada paket data yang dikirim oleh node lain, maka akan , maka akan terjadi collision ( tabrakan data). Bila hal ini terjadi maka node dan jaringan akan sama-sama berhenti mengirimkan paket data. setelah berhenti, masing-masing node akan menunggu dalam waktu tertentu secara random, untuk mengirim ulang kembali paket data.

Data dapat dikirim dari komputer pengirim ke komputer penerima berkat adanya alamat hardware pada setiap ethernet card (yang disebut hardware address atau MAC address atau physical address ).
Alamat hardware ini telah ditentukan oleh pabrikpembuatannya dan telah disepakati sesama vendor hardware sehingga secara teori tidak akan dijumpai dua buah ( atau lebih ) alamat hardware yang sama.

Beberapa karakteristik jaringan topologi BUS antara lain:
  • Menggunakan sebuah kabel backbone untuk transmisi data
  • Kabel yang digunakan berjenis coaxcial dan beperlindungan atau menggunakan shield. Ada juga yang mengambangkan jaringan bus menggunakan kabel twisted pair.
  • Ujung-ujung kabel backbone harus ditutup dengan terminator
  • Pengiriman data menggunakan metode CSMA/CD (Carier Sense Multiple Access/Collision Detection)basband.
  • Data mengalir pada sebuah kabel secara "bulak-balik".Bayangkan saja sebuah jalan sebuah jalan sempit yang dilalui kendaraan dua arah.
  • Sederhana, Hemat biaya, serta mudeah diimplementasikan pada jaringan berskala kecil
Topologi bus dapat berjalan dengan baik jika komputer yang terhubung kedalam jaringan berjumlah sedikit . Jika jumlah komputer bertambah banyak akan menyebabkan penurunan performa bahkan adakalanya jaringan menjadi "macet total".



b)Ring

Topologi ring sangat berbeda dengan topologi bus. sesuai dengan namannya, jaringan yang menggunakan topologi ini dapat dikenali dari kabel backbone yang membentuk cincin. Setiap komputer terhubung dengan kabel backbone. Setelah sampai pada komputer terakhir maka ujung kabel akan kembali dihubungkan dengan komputer pertama.

Cara kerja topologi ring akan dijelaskan secara sederhana sebagai berikut:

Apabilah sebuah node ingin mengirim data maka node tersebut harus menunggu kehadiran token bebas. Token bebas yang sampai di node pengirim kemudian "ditempel" data yang hendak dikirim.

Selanjutnya data mengalir ke node penerima. Node lain tidak dapat mengirim data karena token sudah "tidak bebas". Setelah sampai di node penerima, data di copy-kan dan terus mengalir hingga sampai ke node pengirim, Node pengirim kemudian "memusnahkan" dan agar token kembali"bebas".

Token dapat di ibaratkan sebagai sebuah kereta api yang berjalan pada rel dan berhenti di setiap stasiun. Penumpang dapat naik kereta api dan kemudian kereta berangkat ke stasiun tujuan. Setelah tiba, penumpang turun dan kereta melanjutkan perjalanan kembali. Walaupun ilustrasi ini tidak 100% cocok dengan kondisi sebenarnya, namun mudah-mudahan bisa memberikan gambaran umum bagaimana topologi ring bekerja.


Beberapa karakteristik Topologi Ring antara lain:

  • Menggunakan sebuah kabel backbone untuk transmisi data
  • Kabel yang digunakan berjenis twsted pair,
  • Ujung-ujung kabel backbone akan dihubungkan dengan node pertama sehingga membentuk cincin atau linkaran tertutup.
  • Jika kabel putus atau node rusak/carsh maka jaringan akan lumpuh
  • Pengirim data menggunakan metode token passing scheme dan dilakukan secara bergantian pada satu arah saja.
  • Rumit dan relatif mahal jika di implementasikan pada jaringan kecil.

c) Star

Topologi star dikenali dengan keberadaan sebuah sentral berupa hub yang menghubungkan semua node. Setiap node menggunakan sebuah kabel UTP atau STP yang dihubungkan dari ethernet card ke hub. Banyak sekali jaringan rumah, sekolah, pertokoan, laboratorium, dan kantor yang menggunakan topologi ini. Topologi star tampaknya yang paling populer di antara semua topologi yang ada.

Cara kerja topologi star mirip dengan bus. Yang membedakan hanyalah keberadaan hub atau switch sebagai sentral. Karena setiap node terhubung dengan hub, manakala ada kabel atau segmen yang putus, tidak akan menyebabkan jaringan lumpuh. hanya segmen itu saja yang putus.


Beberapa karakteristik jaringan topologi star antara lain:

  • Menggunakan sentral berupa hub atau switch.
  • Kabel yang digunakan berjenis coaxial, UTP, dan STP yang menghubungkan masing-masing node dengan hub.
  • Jika salah satu segmen kabel putus atau satu atau lebih node crash maka hanya segmen itu saja yang lumpuh, sementara jaringan tetap berfungsi.
  • Jika hub atau sentral rusak maka jaringan akan lumpuh.
  • Pengiriman data menggunakan metode CSMA/CD (Carier Sense Multiple Access/Collision Detection)baseband.
  • data mengalir dalan sebuah kabel secara"bolak-balik"
  • Relatif lebih mahal dibandingkan topologi bus, namun proses instalasi mudah dan cocok diimplementasikan pada jaringan berskala kecil maupun besar.

Supaya Lebih Jelasnnya  Kalian Bisa Kunjungi


Share this:

Posting Komentar

 
© 2017 INFO, TIPS, DAN PENGETAHUAN. Designed by